Menu Content/Inhalt
  

Login Register





Login
Create an account

Satu Bumi
12 Tahun Satu Bumi ( undangan bahagia ) PDF Cetak Email
Ditulis oleh prasidyo adi widoyoko   
Kamis, 26 April 2012 23:17

Selamat ulang tahun Satu Bumi,

Kan kuhias desah nafasku, kan kuhapus segenap lukaku, dengan senyum bersamamu... sobat.”

Dua belas tahun sudah Satu Bumi kita tercinta menaungi para penggiat alam di lingkup FT UGM, selalu tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun. Terus mendidik kita untuk selalu bijak ketika bermain dengan alam, dan mendidik kita untuk selalu peka terhadap lingkungan dan seisinya.Teruslah mantapkan langkahmu...

Semoga panjang umur, sukses selalu, dan tercapai cita-citamu.

Undangan bahagia untuk semua warga Satu Bumi, yang tua yang muda, yang jauh yang dekat, dimana pun berada,,

Undangan untuk hadir di acara syukuran ultah ke 12 Satu Bumi pada hari ini, Jumat 27 April 2012 @sekretariat Satu Bumi, jam 19.00 - selesai.

Ada potong tumpeng + pentas seni juga lho, ayo ramaikan ultah Satu Bumi kita yang ke 12!

Jangan lupa juga buat tanggal 28-29 April 2012 ya, pendakian massal lintas angkatan intern Satu Bumi, G. Merbabu via wekas :D

 
PENMAS Lintas Angkatan - G. Merbabu ( via wekas ) PDF Cetak Email
Ditulis oleh prasidyo adi widoyoko   
Senin, 16 April 2012 15:18

 

Dalam rangka Ultah Satubumi FT UGM, kita mau ngadain
PENMAS LINTAS ANGKATAN - G.MERBABU (via Wekas) 27-29 April 2012

dari angkatan paling senior sampai yang paling unyu, kita kumpul bareng yuk! rame2 kita ramaikan Penmas merbabu.
supaya di ultah satubumi yang ke-12 ini silaturahmi dan hubungan para satubers dari para generasi pendiri sampai generasi penerus tetap terjaga. :)

so kita tunggu ya! bisa daftar via sms ke no.dibawah ini:
eits... minta tolong ya supaya buruan daftar! paling telat 25 April 2012! ( biar perkapnya ga ribet :D )

CP:   - Sentot (085692965076)

- Reyhan (081931851942)

- Amsyong (085758823705)

 
Grubug #1..santunnya speleologi PDF Cetak Email
Ditulis oleh jarody hestu   
Jumat, 11 Maret 2011 11:52

Grubug, 5 Maret 2011

~ lepas tengah hari ketika ratusan garis cahaya berpendaran dari atas dan tak lurus lagi

"Koyo wong angon yo mbah" celetuk Jendul yang basah kuyup di antara riuh aliran sungai bawah tanah.
Begitulah, Jendul hanyalah salah satu dari 6 junior saya yang sedang bertingkah seperti anak kecil di aliran sungai bawah tanah Luweng Grubug. Sungai dengan ornamen-ornamen goa yang menawan sebagai pagar pembatasnya. Sementara lubang berdiameter 10 meter, sekitar 100 meter di atas kami menjadi bukaan ratusan garis cahaya matahari yang terpendar oleh ranting dan dedaunan.

Sementara saya hanya menatap dan menikmati kesenangan mereka dengan cara yang lain, berdiam diri sambil memainkan harmonika. Ya, saya sudah cukup senang hanya dengan melihat kesenangan mereka. :)
 
 
 
 aliran air sungai bawah tanah di kedalaman 100 meter luweng Grubug
 
 


 
Glenmore 2010..#1-#3 PDF Cetak Email
Ditulis oleh jarody hestu   
Minggu, 06 Maret 2011 23:50

Glenmore 2010..prolog

Glenmore, akhir Maret 2009

Malam yang sunyi, hingga bau tanah dan pinus terbakar seakan-akan bersuara. Saya berada di salah satu rumah sederhana beraroma tembakau di Sumbermulyo. Rumah Pak Yasro, di mana menjadi pusat sebagian besar bunyi malam itu. Bunyi yang sederhana tanpa penguat suara, yang mungkin akan terdengar dari hutan pinus 500 meter di atas desa. Bunyi itu berasal dari sekumpulan orang tua yang berusia lebih dari 40 tahun, bahkan ada yang berusia lebih dari 60 tahun. Hanya seorang yang paling muda di situ, mungkin berusia 35 tahun-an yang berposisi sebagai pengganti penabuh kendang. Sang penabuh kendang itu sendiri adalah Pak Rosyid. Sosok "ayah" di rumah kedua kami di Glenmore (saya telah bercerita banyak tentang pria Madura ini di 2 tulisan tentang Glenmore sebelumnya).

Mereka bermain gamelan, dan tiba-tiba hati terdalam saya bergejolak. Ada sesuatu yang lebih dari sekedar pendakian membuka jalur menuju puncak Sejati Raung. Saya pikir, kesejatian itu berada di bawah. Dan apa yang saya lihat dan rasakan di bawah telah tertulis di tulisan kedua, Glenmore Return. Sebuah tulisan yang mewakili keadaan sebenarnya tentang desa di ereng-ereng selatan gunung Raung ini.

Sungguh saya mencintai tempat ini. Dan ingin berbuat lebih untuk tempat ini pun masih banyak impian saya tentang tempat ini yang belum terwujudkan. Saya ingin selalu berada di sini pun saya bukan penduduk asli di sini. Bagi saya, Sumbermulyo, Glenmore adalah rumah kedua kami.

..dan saya menulis kembali.

 
Edisi Leuser ( kedua ) revisi PDF Cetak Email
Ditulis oleh Fawaz   
Selasa, 22 Pebruari 2011 02:35
" Di Balik Bayang-Bayang Presiden Polandia "

Kepepet membuat seseorang terkadang bertindak brilian, membuat hormon adrenalin seseorang meningkat sehingga melakukan sesuatu yang terkadang mengejutkan. Hal ini mungkin yang dialami oleh keempat orang atlet ekspedisi Gunung Leuser Mapala Satubumi. Mengerjakan sesuatu ketika batas akhir waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan membuat orang bertindak diluar batas kemampuannya.

Hari itu Senin 12 April 2010. Siang itu matahari memancarkan cahayanya sangat terik, sehingga terasa panas dan sakit sekali dikulit bagi orang yang terkena langsung sinarnya, hal ini membuat kita malas beraktivitas di luar ruangan. Hari itu adalah hari keberangkatan tim ekspedisi Leuser, hari dimulainya suatu perjalanan yang telah lama dipersiapkan oleh tim di Satubumi, hari yang telah ditunggu-tunggu oleh tim ekspedisi untuk memulai petualangannya, ya hari itu.

 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Foto Acak